Mutiara Hadits

 

Ingatlah kepada-Ku dengan mentaati-Ku, Aku akan ingat kepadamu dengan pengampunan-Ku. Barangsiapa ingat kepada-Ku seraya ia berta'at, maka patutlah Aku ingat kepadanya dengan pengampunan-Ku dan barangsiapa ingat kepada-Ku seraya bermaksiat, maka patutlah Aku ingat kepadanya dengan kebencian.

(HR. Ad Dailami dan Ibnu Asakir)

 

Mutiara Hikmah

 

Keseluruhan sifat zuhud terletak diantara dua kalimat dalam Al Qur'an, yaitu firman Allah SWT : ...agar kamu tidak berdukacita atas apa apa saja yang luput darimu dan tidak bersukaria atas sesuatu yang diberikan oleh-Nya kepadamu...(QS 57:23). Maka barangsiapa tidak berduka cita atas sesuatu yang telah pergi dan tidak bersukaria karena sesuatu yang datang, sesungguhnya ia telah mencakup sifat zuhud dengan sesempurnanya

 

 Humor Sufi

 

 

 

 

 

PENCIPTAAN AKAL DAN NAFSU

 

Dalam sebuah kitab karangan 'Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syaakir Alkhaubawiyi, seorang ulama yang hidup pada abad ke 13 H, menerangkan bahawa sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah menciptakan akal, maka Allah Azza wa Jalla telah berfirman yang bermaksud : "Wahai akal mengadaplah engkau." Maka akal pun mengadap kehadapan Allah Azza wa Jalla, kemudian Allah Azza wa Jalla berfirman yang bermaksud : "Wahai akal berbaliklah engkau!", lalu akal pun berbalik.
Kemudian Allah Azza wa Jalla berfirman lagi yang bermaksud : "Wahai akal! Siapakah aku?". Lalu akal pun berkata, "Engkau adalah Tuhan yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu yang daif dan lemah."

Lalu Allah Azza wa Jalla berfirman yang bermaksud : "Wahai akal tidak Ku-ciptakan makhluk yang lebih mulia daripada engkau."
Setelah itu Allah Azza wa Jalla menciptakan nafsu, dan berfirman kepadanya yang bermaksud : "Wahai nafsu, mengadaplah kamu!". Nafsu tidak menjawab sebaliknya mendiamkan diri. Kemudian Allah Azza wa Jalla berfirman lagi yang bermaksud : "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Lalu nafsu berkata, "Aku adalah aku, dan Engkau adalah Engkau."
Setelah itu Allah Azza wa Jalla menyiksanya dengan neraka jahim selama 100 tahun, dan kemudian mengeluarkannya. Kemudian Allah Azza wa Jalla berfirman yang bermaksud : "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Lalu nafsu berkata, "Aku adalah aku dan Engkau adalah Engkau."

Lalu Allah Azza wa Jalla menyiksa nafsu itu dalam neraka Juu' selama 100 tahun. Setelah dikeluarkan maka Allah Azza wa Jalla berfirman yang bermaksud : "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Akhirnya nafsu mengakui dengan berkata, " Aku adalah hamba-Mu dan Kamu adalah Tuhanku."
Dalam kitab tersebut juga diterangkan bahwa dengan sebab itulah maka Allah Azza wa Jalla mewajibkan puasa.

 

 

  
© Copyright 2006 berdakwah.net.ms   
Semua materi dalam situs boleh dipergunakan kembali untuk tujuan berdakwah