Mutiara Hadits

 

Ingatlah kepada-Ku dengan mentaati-Ku, Aku akan ingat kepadamu dengan pengampunan-Ku. Barangsiapa ingat kepada-Ku seraya ia berta'at, maka patutlah Aku ingat kepadanya dengan pengampunan-Ku dan barangsiapa ingat kepada-Ku seraya bermaksiat, maka patutlah Aku ingat kepadanya dengan kebencian.

(HR. Ad Dailami dan Ibnu Asakir)

 

Mutiara Hikmah

 

Keseluruhan sifat zuhud terletak diantara dua kalimat dalam Al Qur'an, yaitu firman Allah SWT : ...agar kamu tidak berdukacita atas apa apa saja yang luput darimu dan tidak bersukaria atas sesuatu yang diberikan oleh-Nya kepadamu...(QS 57:23). Maka barangsiapa tidak berduka cita atas sesuatu yang telah pergi dan tidak bersukaria karena sesuatu yang datang, sesungguhnya ia telah mencakup sifat zuhud dengan sesempurnanya

 

 Humor Sufi

 

 

 

 

 

UMAR RA MENDAPATKAN HIDAYAH

Umar ra adalah seorang sahabat yang namana telah menjadi suatu kebanggaan bagi kaum Muslimin hingga hari ini. Nama itu membuat semangat iman menjadi meningkat  dan menggentarkan hati-hati orang kafir selama 1300 tahun yang lalu hingga kini. Dahulu sebelum Islam, ia sering mengganggu dan menyakiti orang-orang yang masuk Islam dan ia pun sering menentang Rasulullah SAW, bahkan ia pernah sengaja hendak hendak membunuh Rasulullah SAW.

Suatu ketika, orang-orang kafir mengadakan musyawarah diantara mereka. Mereka memusyawarahkan apakah ada orang yang siap untuk membunuh Muhammad (SAW). Umar ra segera menyahut, "Sayalah yang akan membunuhnya!" Orang-orangpun berkata, "Betul! Memang engkaulah yang pantas melakukannya!" Umar ra langsung menghunus pedangnya dan pergi meninggalkan tempatnya. Ia berjalan dengan tujuan membunuh Rasulullah SAW. Di tengah perjalanan, ia berjumpa dengan seorang sahabat dari kabilah Zuhrah yang bernama Sa'ad bin Abi Waqqas ra. Dalam riwayat lain ada yang menyebutkan sahabat lainnya. Sa'ad ra bertanya kepada Umar ra, "Mau pergi kemana engaku, wahai Umar?" Jawab Umar, "Saya akan membunuh Muhammad (SAW). Sa'ad ra menjawab, "Jika demikian, Banu Hasyim, Banu Zuhrah dan Banu Abdi Manaf tidak akan berdiam diri dengan perbuatanmu itu, mereka pasti akan menuntut balas dengan membunuhmu!" Umar terkejut dan gelisah dengan ancaman itu. Lalu Umar ra berkata, "Oh, nampaknya engkaupun telah meninggalkan agama nenek moyang kita (saat itu Sa'ad ra telah masuk Islam), jika demikian, engkaulah yang akan kubunuh terlebih dahulu!" Setelah berkata demikian, Umar ra segera menarik pedangnya. Sa'ad ra pun menyahut, "Ya, saya memang telah Islam." Maka Umar ra langsung menghunuskan pedangnya. Sebelum keduanya bertarung, Sa'ad ra berkata kepada Umar ra, "Hai Umar, dengarkanlah dulu mengenai berita dirumahmu! Saudaramu yang perempuan dan iparmu, keduanya telah masuk Islam juga." Mendengar berita itu Umar ra sangat marah dan langsung pergi ke rumah saudarinya itu.

Ketika itu, di rumah saudari perempuan Umar ra ada sahabat Khabab ra. Dengan menutup seluruh pintu dan jendela, maka suami isteri itu membaca ayat-ayat suci Al Qur'an. Tiba-tiba Umar ra datang dan berteriak supaya dibukakan pintu. Mendengar suara Umar ra, Khabab ra segera bersembunyi dan meninggalkan lembaran-lembaran ayat Al Qur'an, lalu saudari perempuan Umar membukakan pintu bagi Umar ra. Dengan tangannya sendiri, Umar ra langsungmemukul kepala saudari perempuannya sampai  kepala wanita itu mengeluarkan darah segar. Umar ra berkata, "Kamu menghianati dirimu sendiri, kamu telah mengikuti agama yang jelek itu!" Kemudian Umar ra masuk ke dalam rumah tersebut dan bertanya kepada saudarinya, "Apa yang sedang kamu perbuat dan suara siapa yang telah aku dengar tadi?" Saudari perempuannya menjawab, "Kami sedang membicarakan hal biasa." Umar bertanya, "Apakah kamu telah meninggalkan agama nenek moyang dan masuk kedalam agama yang baru?" Saudara iparnya menjawab "Bagaimana apabila agama baru itu ternyata lebih baik?" Mendengar hal ini, Umar menarik janggutnya dan mendorongnya hingga terjatuh,lalu Umar ra memukulinya sampai puas di atas tanah. Saudari perempuan Umar ra berusaha memisahkan mereka. Tetapi, mukanya pun ditampar keras oleh  Umar ra sampai bibirnya penuh darah, padahal ia adalah saudari perempuan Umar ra sendiri.

Kemudian, saudari perempuannya berkata, "Hai Umar! Apakah kami dipukuli hanya karena kami telah masuk Islam? Memang benar, kami sudah masuk Islam, apa yang ingin engkau lakukan kepada kami, lakukanlah!" Setelah itu, pandangan mata Umar ra tertuju pada lembaran-lembaran ayat-ayat Al Qur'an yang tergeletak karena tertinggal begitu saja. Pada mulanya,ia sangat marah, tetapi sesaat kemudian sudah sedikit mereda dan ia merasa malu atas perlakuannyaterhadap saudara perempuannya, sehingga menyebabkan darah menetes dari wajah saudarinya sendiri. 

Umar ra berkata, "Bagus, sekarang katakan apa ini?"  Saudarinya menjawab, "Kamu tidak suci dan lembaran ini tidak boleh tersentuh oleh tangan yang tidak suci." Untuk beberapa saat Umar ra belum siap untuk bersuci, tetapi, kemudian ia bersedia untuk mandi dan berwudhu, Umar ra mengambil lembaran-lembaran  tersebut lalu membacanya. Ternyata, didalamnya memuat Surat Thaha ayat 14, ia terus membacanya hingga ayat : (yang artinya)

"Akulah Allah. Tidak ada Tuhan selain Aku. Oleh karena itu, sembahlah Aku dan dirikanlah sholat untuk mengingat-Ku."

Selesai membaca ayat-ayat tersebut, Umar ra langsung berubah, ia berkata, "Sekarang pertemukan aku dengan Muhammad SAW." Mendengar hal itu, Khabab ra segera keluar dari tempat persembunyiannya sambil berkata, "Hai Umar, aku sampaikan kabar gembira untukmu. Kemarin, pada malam Jum'at, aku mendengar Rasulullah SAW berdo'a,'Ya Allah, kuatkanlah Islam dengan Umar atau Abu Jahal, siapa saja dari keduanya yang Engkau sukai.' Karena kekuatan keduanya sangat terkenal dan sekarang telah diketahui bahwa do'a Nabi SAW telah dikabulkan kepadamu." Setelah kejadian tersebut beliaupun dipertemukan dengan Rasulullah SAW dan beliau masuk Islam pada waktu Shubuh hari Jum'at. Abdullah bin Mas'ud ra berkata, "Masuk Islamnya Umar ra adalah suatu kemenangan bagi kaum Muslim dan hijrahnya Umar ra adalah pertolongan bagi kaum Muslimin dan ke-Khalifahannya adalah rahmat bagi kaum Muslimin.

  
© Copyright 2006 berdakwah.net.ms   
Semua materi dalam situs boleh dipergunakan kembali untuk tujuan berdakwah