Mutiara Hadits

 

Ingatlah kepada-Ku dengan mentaati-Ku, Aku akan ingat kepadamu dengan pengampunan-Ku. Barangsiapa ingat kepada-Ku seraya ia berta'at, maka patutlah Aku ingat kepadanya dengan pengampunan-Ku dan barangsiapa ingat kepada-Ku seraya bermaksiat, maka patutlah Aku ingat kepadanya dengan kebencian.

(HR. Ad Dailami dan Ibnu Asakir)

 

Mutiara Hikmah

 

Keseluruhan sifat zuhud terletak diantara dua kalimat dalam Al Qur'an, yaitu firman Allah SWT : ...agar kamu tidak berdukacita atas apa apa saja yang luput darimu dan tidak bersukaria atas sesuatu yang diberikan oleh-Nya kepadamu...(QS 57:23). Maka barangsiapa tidak berduka cita atas sesuatu yang telah pergi dan tidak bersukaria karena sesuatu yang datang, sesungguhnya ia telah mencakup sifat zuhud dengan sesempurnanya

 

 Humor Sufi

 

 

 

 

 

5 PERKARA

 

Abu Laits as-Samarqandi ra. adalah seorang ahli fiqih yang masyur. Suatu ketika dia pernah berkata, ayahku menceritakan bahawa antara Nabi-nabi as. yang bukan Rasul ada yang menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara.

Diriwayatkan, ada seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi , pada suatu malam beliau bermimpi, dalam mimpi itu beliau diperintah, "Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menuju ke barat. Engkau dikehendaki berbuat :
1. Apa yang engkau temukan maka makanlah,
2. Engkau sembunyikan,
3. Engkau terimalah,
4. Jangan engkau putuskan harapan,
5. Larilah engkau daripadanya."

Pada keesokan harinya, Nabi itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi kebingungan sambil berkata, "Aku diperintahkan untuk memakan yang pertama yang aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan."
Maka Nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar roti. Maka Nabi pun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Dia pun mengucapkan syukur 'Alhamdulillah'.

Kemudian Nabi itu meneruskan perjalanannya lalu bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas. Dia teringat akan arahan mimpinya supaya disembunyikan, lantas Nabi itu pun menggali sebuah lubang lalu mengubur mangkuk emas itu, kemudian ditinggalkannya. Tiba-tiba mangkuk emas itu keluar dari dalam tanah. Nabi itu pun menguburkan kemnbali, sehingga kejadian ini berulang sebanyak tiga kali berturut-turut.
Maka berkatalah Nabi itu, "Aku telah melaksanakan perintah-Mu." Lalu dia pun meneruskan perjalanannya tanpa disadari oleh Nabi itu,  mangkuk emas itu tetap keluar dari tempat ia dikubur.

Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba terlihat seekor burung elang sedang mengejar seekor burung kecil. Kemudian terdengarlah burung kecil itu berkata, "Wahai Nabi Allah, tolonglah aku."
Mendengar ucapan burung itu, hatinya merasa simpati lalu dia pun mengambil burung kecil itu dan dimasukkan ke dalam bajunya. Melihatkan keadaan itu, lantas burung helang itu pun datang menghampiri Nabi itu sambil berkata, "Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh karena itu janganlah engkau putuskan harapanku dari rezekiku."

Nabi itu teringatkan pesanan arahan dalam mimpinya yang keempat, yaitu tidak boleh putuskan harapan. Dia menjadi kebingungan untuk menyelesaikan perkara itu. Akhirnya,  dia membuat keputusan untuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging pahanya dan diberikan kepada elang itu. Setelah mendapat daging itu, elang itu pun terbang dan burung kecil tadi dilepaskan dari dalam bajunya.


Selepas kejadian itu, Nabi meneruskan perjalananya. Tidak lama kemudian dia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya, maka dia pun bergegas lari dari situ kerana tidak tahan menghidu bau yang menyakitkan hidungnya. Setelah menemui kelima-lima peristiwa itu, maka kembalilah Nabi ke rumahnya. Pada malam itu, Nabi pun berdoa. Dalam doanya dia berkata, "Ya Allah, aku telah melaksanakan perintah-Mu sebagaimana yang diberitahu dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku erti semuanya ini."

Dalam mimpi beliau telah diberitahu oleh Allah S.W.T. bahwa,
1. Engkau makan itu ialah marah. Pada mulanya nampak besar seperti bukit tetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat mengawal serta menahannya, maka marah itu pun akan menjadi lebih manis daripada madu.
2. Semua amal kebaikan , walaupun disembunyikan, maka ia tetap akan nampak jua.
3. Jika sudah menerima amanah seseorang, maka janganlah kamu khianat kepadanya.
4. Jika orang meminta kepadamu, maka usahakanlah untuknya demi membantu kepadanya meskipun kau sendiri berhajat.
5. Bau yang busuk itu ialah ghibah. Maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah."

 

  
© Copyright 2006 berdakwah.net.ms   
Semua materi dalam situs boleh dipergunakan kembali untuk tujuan berdakwah

100 MB free hosting. Click here to build your own free site.